Milan - Periode kebersamaan Andrea Pirlo dan AC Milan benar-benar berakhir. Saat rekan-rekannya dapat perpanjangan kontrak, gelandang senior itu justru mengucap selamat tinggal.
"Saya di sini untuk mengucapkan selamat tinggal. Ini 10 tahun yang tak terlupakan dan perpisahan ini merupakan kesepakatan bersama," sahut Pirlo saat ditemui wartawan di depan markas Milan di Via Turati.
Kabar Pirlo akan meninggalkan Rossoneri sesungguhnya sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu, dengan Juventus jadi kandidat terkuat. Namun pekan ini mantan pemain Brescia dan Inter Milan itu sempat menyatakan masih akan setia membela Diavolo Rosso.
Namun Milan ternyata punya sikap yang berbeda. Dengan kontrak yang habis pada 30 Juni mendatang, kesepakatan baru ternyata tak diberikan manajemen klub pada pesepakbola 31 tahun itu.
"Apakah saya berharap Milan menyesal kehilangan saya? Ya," lanjut pemain yang sepanjang musim ini kerap absen karena hantaman cedera tersebut.
Pirlo datang ke Milan pada tahun 2001, setelah sempat dipinjamkan ke Reggina dan Brescia oleh Inter Milan. Selama 10 tahun berseragam Merah-Hitam dia tampil di 284 laga Seri A dan menyumbang 32 gol.
Beberapa trofi juara yang berhasil disumbangkan Pirlo untuk Milan adalah Scudetto (2004, 2011), Coppa Italia (2003), Super Coppa Italia (2004), Liga Champions (2003, 2007), Piala Super UEFA (2003, 2007) dan Piala Dunia Antarklub (2007). Demikian diberitakan Football Italia.
Minggu, 22 Mei 2011
kisah uang 1000 dan 10.000
Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke.

Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn. .......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan...... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ..... Ada apa denganmu?" Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam.
Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke 'baluang' (pren : tau kan baluang...?) Inang-inang.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......"
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum.

Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm...dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. "
Uang seribu terdiam sejenak
Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn. .......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan...... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ..... Ada apa denganmu?" Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam.
Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke 'baluang' (pren : tau kan baluang...?) Inang-inang.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......"
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum.
Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm...dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. "
Uang seribu terdiam sejenak
ingin bermimpi menjadi orang sukses
pada saat itu saya bermimpi ingin menjdi seorang yang sukse dari kehidupan ini,, betapa asiknya menjdai orang sukse bisa bnyak uang dan menikmati dunia dengan penuh cinta,, tapi ternyata itu hanya sebuah mimpi saya,, hhee sial bener kirain beneran saya menjadi orang sukse,, pada saat mimpi itu saya bertekat untuk menjadi kejadian yang telah saya impikan ,, saya harus bekajr dengan sungguh2 dan harus giat belajar untuk mendapatkan apa yang saya inginin di dunia in
Selasa, 17 Mei 2011
sejarah sepak bola
Banyak orang menyangka sepak bola lahir di Inggris. Ternyata sepak bola yang dimaksud itu sepak bola modern, namun sebelum itu termyata sepak bola telah ditemukan sejak 3000 tahun yang lalu di berbagai pelosok dunia dalam bentuk yang berbeda-beda.
Bola pernah ditemukan bukti-buktinya sebagai permainan para prajurit China sekitar abad ke 2 - 3 zaman pemerintahan Dinasty Han. Belakangan ditemukan juga bukti keberadaan sepak bola di Kyoto, Jepang. Di Indonesia, sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda, perkembangannya pun menjadikan sepak bola menjadi sebuah kelompok bergengsi pada saat itu.
Kelahiran sepak bola modern memang lahir dari Inggris. Keberadaannya pun digunakan sebagai olah raga "perang". Saat itu ada semacam kepentingan pelampiasan antara Inggris dan Scotland. Satu bola diperebutkan dua kampung. Permainannya pun cenderung kasar dan brutal. Gak heran kalau akhirnya banyak makan korban. Ada kisah yang menyeramkan pula. Bahwa sepak bola kuno di timur Inggris bukan menggunakan bola, melainkan kepala musuh prajurit perang lawan. Dengan cara dan pola permainan seperti itu, maka sepak bola akhirnya dilarang oleh pemerintahan Inggris.
King Edward III tahun 1331 mengeluarkan aturan untuk menghentikan permainan brutal ini. Sementara di Scotland, King James 1 pada tahun 1424 memproklamirkan kepada semua pria untuk tidak main bola - "That na man play at the Fute-ball". Begitu pun seterusnya.
Sayangnya, sepak bola sudah sangat populer hingga tidak ada yang bisa menghentikan permainan ini di masyarakat. Pada tahun 1815 sebuah kampus ternama di Inggris, Eton College mencoba membuat aturan permainan sepak bola. Aturan ini berkembang dan diterapkan di banyak perguruan tinggi, dimodifikasi hingga dikenal dengan nama Cambridge Rules tahun 1848. Namun pada perkembangannya pun aturan ini terpilah menjadi dua aturan besar, yaitu aturan Rugby School dan aturan Cambridge. Yang membedakannya saat itu adalah bola yang boleh dipegang dan dibawa berlari.
Pada tanggal 26 October 1863, sebelas klub dan sekolah London mengirimkan perwakilannya untuk sebuah pertemuan di Freemanson's Tavern untuk mengkukuhkan satu peraturan mendasar untuk aturan permainan yang akan mereka mainkan. Dari pertemuan ini lah lahir The Football Association. Kekuatan kelompok ini makin solid hingga membuat gerah penggemar Rugby. Pada tanggal 8 Desember 1863 para rugger (sebutan untuk rugby) memutuskan untuk berpisah. Kini ada Rugby School dan The Football Association.
Pada tahun 1869, para anggota The Football Association (sering disebut Asscociation) mulai mengkukuhkan larangan memegang bola saat bermain. Ini adalah awal aturan hands-ball.
Charles Wreford Brown adalah pemainrugger handal, rugger adalah sebutan rugby muncul dari istilah slang mahasiswa di Oxford yang gemar memendekkan sebutan lalu diberi imbuhan di akhir "er" - rug + er = rugger. Suatu ketika Charles ditawarkan apakan dirinya ingin bermain rugger? Namun dirinya menolak dengan menyebukan bahwa dirinya lebih suka SOCCER (slang dari kata AsSOCiation). Sejak itulah sebutan soccer mulai sering dipakai.
Bola pernah ditemukan bukti-buktinya sebagai permainan para prajurit China sekitar abad ke 2 - 3 zaman pemerintahan Dinasty Han. Belakangan ditemukan juga bukti keberadaan sepak bola di Kyoto, Jepang. Di Indonesia, sepak bola pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda, perkembangannya pun menjadikan sepak bola menjadi sebuah kelompok bergengsi pada saat itu.
Kelahiran sepak bola modern memang lahir dari Inggris. Keberadaannya pun digunakan sebagai olah raga "perang". Saat itu ada semacam kepentingan pelampiasan antara Inggris dan Scotland. Satu bola diperebutkan dua kampung. Permainannya pun cenderung kasar dan brutal. Gak heran kalau akhirnya banyak makan korban. Ada kisah yang menyeramkan pula. Bahwa sepak bola kuno di timur Inggris bukan menggunakan bola, melainkan kepala musuh prajurit perang lawan. Dengan cara dan pola permainan seperti itu, maka sepak bola akhirnya dilarang oleh pemerintahan Inggris.
King Edward III tahun 1331 mengeluarkan aturan untuk menghentikan permainan brutal ini. Sementara di Scotland, King James 1 pada tahun 1424 memproklamirkan kepada semua pria untuk tidak main bola - "That na man play at the Fute-ball". Begitu pun seterusnya.
Sayangnya, sepak bola sudah sangat populer hingga tidak ada yang bisa menghentikan permainan ini di masyarakat. Pada tahun 1815 sebuah kampus ternama di Inggris, Eton College mencoba membuat aturan permainan sepak bola. Aturan ini berkembang dan diterapkan di banyak perguruan tinggi, dimodifikasi hingga dikenal dengan nama Cambridge Rules tahun 1848. Namun pada perkembangannya pun aturan ini terpilah menjadi dua aturan besar, yaitu aturan Rugby School dan aturan Cambridge. Yang membedakannya saat itu adalah bola yang boleh dipegang dan dibawa berlari.
Pada tanggal 26 October 1863, sebelas klub dan sekolah London mengirimkan perwakilannya untuk sebuah pertemuan di Freemanson's Tavern untuk mengkukuhkan satu peraturan mendasar untuk aturan permainan yang akan mereka mainkan. Dari pertemuan ini lah lahir The Football Association. Kekuatan kelompok ini makin solid hingga membuat gerah penggemar Rugby. Pada tanggal 8 Desember 1863 para rugger (sebutan untuk rugby) memutuskan untuk berpisah. Kini ada Rugby School dan The Football Association.
Pada tahun 1869, para anggota The Football Association (sering disebut Asscociation) mulai mengkukuhkan larangan memegang bola saat bermain. Ini adalah awal aturan hands-ball.
Charles Wreford Brown adalah pemainrugger handal, rugger adalah sebutan rugby muncul dari istilah slang mahasiswa di Oxford yang gemar memendekkan sebutan lalu diberi imbuhan di akhir "er" - rug + er = rugger. Suatu ketika Charles ditawarkan apakan dirinya ingin bermain rugger? Namun dirinya menolak dengan menyebukan bahwa dirinya lebih suka SOCCER (slang dari kata AsSOCiation). Sejak itulah sebutan soccer mulai sering dipakai.
bagaimana membangun karakter bangsa dengan falsafah pancasila
Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskanpara pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai sukubangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesiamembutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Tujuan
Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan
mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan
masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang
adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan
mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan
masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang
adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khasbaik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan
perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah
rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang.
perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah
rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang.
Pembangunan Karakter Bangsa adalah upaya kolektif-sistemik suatu
negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkanPancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkanPancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif yang dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Bangsa yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang tercermin antara lain hormat dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain.
Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang tercermin antara lain hormat dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain.
2. Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Karakter kemanusiaan seseorang tercermin antara lain dalam pengakuan atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling mencintai; tenggang rasa; tidak semena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Karakter kemanusiaan seseorang tercermin antara lain dalam pengakuan atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling mencintai; tenggang rasa; tidak semena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
3. Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Komitmen dan sikap yang selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan
Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan merupakan
karakteristik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseorang tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan
keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan; rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan merupakan
karakteristik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseorang tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan
keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan; rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
4. Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan Hak Asasi Manusia. Karakter kerakyatan seseorang tecermin dalam perilaku yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara; tidak memaksakan kehendak kepada orang lain; mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
5. Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan. Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin antara lain dalam perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
MEMBANGUN KARAKTER adalah Suatu proses atau Usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, ahlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
CIRI-CIRI KARAKTER BANGSA
- Saling menghormati & saling menghargai
- Rasa kebersamaan & tolong menolong
- Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa
- Rasa perduli dlm kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
- Adanya moral, ahlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama
- Adanya perilaku dlm sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati & saling menguntungkan
- Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya
- Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.
Nilai-nilai Membangun karakter :
- Nilai Kejuangan
- Nilai Semangat
- Nilai Kebersamaan / Gotong royong
- Nilai Kepedulian / Solidaritas
- Nilai Sopan santun
- Nilai Persatuan & Kesatuan
- Nilai Kekeluargaan
- Nilai Tanggung Jawab
Faktor-faktor dalam membangun kelangsungan Karakter Bangsa :
- Ideologi
- Politik
- Ekonomi
- Sosial Budaya
- Agama
- Normatif ( Hukum & Peraturan Perundangan )
- Pendidikan
- Lingkungan
- Kepemimpinan
Minggu, 10 April 2011
pertahanan nasional
ETAHANAN NASIONAL
LATAR BELAKANG
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.
Ditinjau dari geopolitik dan geostrategi dengan posisi geografis, sumber daya alam dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan membahayakan kelangsungan hidup dan eksitensi NKRI. Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.
POKOK-POKOK PIKIRAN
1. Manusia Berbudaya
Manusia dikatakan mahluk sempurna karena memiliki naluri, kemampuan berpikir, akal, dan ketrampilan, senantiasa berjuang mempertahankan eksistensi, pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, berupaya memenuhi baik materil maupun spiritual. Oleh karena itu manusia berbudaya akan selalu mengadakan hubungan-hubungan dengan: Agama, Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Seni/Budaya, IPTEK, dan Hankam.
2. Tujuan Nasional Falsafah Bangsa dan Idiologi Negara
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran ketahanan nasional karena sesuatu organisasi dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal sehingga perlu kondisi yang siap menghadapi
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wasantara.
Kesejahteraan = Kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani.
Keamanan = Kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
HAKEKAT KETAHANAN NASIONAL DAN KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia = Keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan tujuan negara.
2. Hakekat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia = Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional.
ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Kesejahteraan dan keamanan
2. Komprehensif Integral (Menyeluruh Terpadu)
3. Mawas kedalam dan keluar
4. Kekeluargaan
SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Mandiri = Percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian. Kemandirian merupakan prasyarat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan
2. Dinamis = Berubah tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis.
3. Wibawa = Pembinaan ketahanan nasional yang berhasil akan meningkatkan kemampuan bangsa dan menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain.
4. Konsultasi dan Kerjasama = Sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BERNEGARA
Ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang sulit dipantau karena sangan komplek.
Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
1. Aspek alamiah (Statis)
a. Geografi b. Kependudukan c. Sumber kekayaan alam
2. Aspek sosial (Dinamis)
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosial budaya
e. Ketahanan keamanan
Minggu, 13 Maret 2011
demokrasi pssi
Piala AFF telah berakhir, pesta kini telah usai. Menang sebanyak 6 kali sepanjang turnamen dan hanya kalah sekali tetap saja membuat sepakbola negeri ini gagal menjadi Juara. Namun masyarakat tetap bangga terhadap mereka, perjuangan mereka selama 90 menit yang terus berjuang spartan dan tak pernah menyerah dan tak mau kalah benar-benar membuat kita terhibur dan terharu. Akan tetapi bagi dunia persepakbolaan nasional, perjalanan Timnas tetap belum beranjak, bahkan kita hanya sekedar berjalan ditempat, tertinggal satu, dua langkah dari Malaysia.
Seluruh bangsa ini memang memberi selamat kepada para pemain, sepakbola telah menyatukan kita semua sepanjang turnamen, mempersempit jarak antara kaum minoritas dan mayoritas, dimana seorang Presiden bisa sama gembiranya dengan pedagang asongan yang berjualan di dalam stadion ketika Para pemain mencetak gol. Hampir sepanjang hari di bulan ini, sepakbola menjadi headline berita dimana-mana, ini merupakan bukti bahwa bangsa ini haus akan sosok yang dapat dijadikan panutan. Negeri ini rindu orang-orang seperti mereka, yang memang benar-benar berjuang dari bawah dan membela panji merah putih di pentas dunia.
Kebanyakan pemain Timnas kita juga berasal dari keluarga yang mempunyai kondisi ekonomi yang rendah, bahkan Zulkifli Syukur pun sampai harus menjadi tukang cuci piring untuk membeli sepasang sepatu bola kala kecil dulu. Cerita miris tersebut bukan hanya dialami oleh Zulkifli Syukur tapi dialami juga oleh rata-rata kebanyakan dari pemain timnas yang memang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Tekad mereka sungguh mulia dan memang sudah dipupuk sejak mereka masih kanak-kanak untuk dapat membela nama bangsa dengan mengenakan lambang Garuda di dada serta berjuang mati-matian demi kebesaran bangsa ini.
Mereka adalah salah satu pahlawan rakyat yang sebenarnya, memulai karir dari bawah dan benar-benar berjuang untuk bangsa ini, bukan seperti Wakil Rakyat yang katanya pilihan rakyat tapi jarang berjuang untuk rakyat bahkan terkadang keputusannya menyengsarakan rakyat. Negeri ini butuh teladan dan anak-anak muda kita perlu contoh konkrit atas kehadiran sosok teladan. Negeri ini sudah kacau, televisi sudah terlalu banyak menampilkan tayangan yang jauh dari mendidik, Sinetron terlalu banyak menampilkan sisi negatif, berita pun terlalu sering menampakan sisi buruknya negeri ini, rakyat kita ini sebenarnya sudah muak dengan busuknya sistem hukum dan pemerintahan yang ada di negeri ini dan permainan para timnas kemarin benar-benar bisa memberikan satu tontonan yang positif bagi generasi penerus.
Tugas para pahlawan kita ini sungguh berat, menjadi pasukan terdepan di dalam lapangan yang harus selalu siap menghadapi lawan seperti apapun walau terkadang harus dimulai dengan senjata seadanya namun mereka tetap dituntut harus berbuat maksimal. Beban yang harus mereka pikul pada pertandingan kemarin begitu besar, seluruh harapan 100 juta rakyat indonesia ada dipundak mereka, tapi hebatnya mereka tetap bisa tampil spartan dan patriotik. Bandingkan dengan kita, yang terkadang dituntut untuk bisa membahagaikan orang tuanya saja sudah menjadi beban yang begitu besar dan terkadang sulit dilaksanakan, apalagi para pemain Timnas di lapangan. Wajar jika akhirnya kita memberikan apresiasi besar terhadap mereka walau kemarin kita gagal juara, bahkan harian “Straits Times” hari ini menuliskan “common Sense Wins The Day At Suzuki Cup Final.” ini membuktikan Timnas telah memenangkan hati seratus juta rakyat yang telah melihat perjuangan mereka kemarin.
Timnas telah membakar kembali semangat nasionalisme kita, jika mereka bisa, kitapun mampu berbuat banyak untuk membangun kebesaran bangsa ini dengan keahlian kita masing-masing. Masyarakat punya sesuatu yang dapat dibanggakan kini, rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air pernah mendadak muncul lagi ketika Indonesia kedatangan Presiden Amerika yaitu Barack Obama, hanya dengan berucap “Apa Kabar dan Bakso” saja seluruh penonton yang hadir pada saat acara pidato umumnya di UI sontak bertepuk tangan dan kagum kembali terhadap bangsa ini karena ada orang luar yang begitu perduli terhadap budaya dan bangsa ini. Rakyat kita ini sebenarnya sudah kalut dan galau bahkan cenderung frustasi, budaya yang kita miliki banyak, tapi tidak banyak di antara masyarakat yang perduli dengan budaya sendiri, keperdulian justru baru muncul ketika budaya kita sudah diklaim satu-satu oleh negara lain.
Inilah PSSI
Pujian terhadap Timnas tidak menular kepada PSSI, masyarakat yang tadinya tidak mengerti sepakbola akhirnya tahu kenapa para suporter begitu membenci NH. Kita semua kini punya musuh yang sama, sepakbola adalah alat perjuangan bagi mereka yang menginginkan perubahan bukan untuk kepentingan golongan. Keadaan sekarang memang berbanding terbalik dengan sejarah awal pembentukan PSSI, sepak bola pada waktu itu digunakan sebagai salah satu senjata untuk mengumpulkan orang-orang Indonesia dan mengusir penjajah Belanda keluar meninggalkan Indonesia oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo, yang lulus di Jerman dan kembali ke Indonesia pada 1928.
Namun kini sepakbola adalah kendaraan politik yang nyaman bagi elit politikus. Sepakbola kita sebenarnya rusak sejak lama namun kehadiran NH di PSSI pun hanya semakin menambah runyamnya keadaan sepakbola nasional. Organisasi ini rusak secara sistemik dan bukan cuma karena NH dkk. Pengda dan Pengcab adalah sumber kebobrokan yang terpelihara, Klub-klub plat merah adalah proyek kelas kakap politikus daerah, saya tidak pernah habis pikir bagaimana seorang Ketua Umum klub plat merah yang saya sebut sebagai klub sangat-sangat amatir ini selalu dipegang oleh seorang kepala daerah atau orang Pemda dan bukan dari lingkup profesional ?? Rata-rata dari mereka menggunakan klub untuk mengeruk keuntungan dari APBD dan loyalitas suporter. Jikalau prestasi klub mengkilat mereka berharap perjuangan mereka terbalaskan pada pilkada di musim mendatang oleh sebab adanya dukungan spartan dari kaum suporter.
Benar kata Bung Karno “Perjuangan kita belum berakhir, Perjuangan yang lebih sulit adalah melawan bangsa sendiri.” Suporter kita sendiri lebih sibuk musuhan dengan suporter lain dibandingkan dengan menggalang kekuatan untuk meruntuhkan kerajaan NH dkk agar sepakbola kita lebih baik. Mental pejabat adalah mental rusak yang sewaktu-waktu bisa membius suporter dengan buaian janji-janji mereka kepada klub yang mereka bela, maka untuk apalagi kita mempertahankan mereka untuk duduk didalam klub. Kongres PSSI yang akan berlangsung di awal tahun saya yakin tidak akan banyak mendatangkan perubahan, klub-klub yang punya suara seakan sudah nyaman dengan kue APBD yang mereka dapatkan setiap tahun. Melihat tingkah hancurnya sepakbola nasional secara perlahan ini tidak ubahnya ketika saya eneg melihat sistem yang sudah bobrok dikepolisian, dari bawah sudah rusak apalagi yang diatas. Saling menutupi dan melempar kesalahan adalah sikap yang selalu muncul ketika orang sedang dalam keadaan terdesak, itu merupakan jurus difensif yang sudah biasa kita lihat. Maka tidak heran NH bisa berucap macam-macam dengan bebasnya ketika kita kembali gagal meraih piala disetiap turnamen yang di ikuti.
Bangsa Yahudi menguasai dunia dengan teknologi salah satunya lewat stasiun televisi, berita diseluruh dunia dikuasai oleh Yahudi, mereka adalah pusat berita dunia yang dapat mengatur setiap pemberitaan sedemikian rupa diseluruh dunia. Cara yang sama dilakukan oleh Politikus negeri ini. Beberapa media dibuat untuk menyebarkan berita yang tidak bersinggungan dengan kepentingan golongan, Jangan heran kalau NH dkk bisa nyerocos sembarangan di TV milik bosnya. Pers memang punya kode etik tetapi tidak akan mudah menyentuh hal-hal seperti ini. Demokrasi di artikan kebablasan di era reformasi ini oleh PSSI, NH mengaku tidak akan mundur karena tugasnya sebagai ketua PSSI merupakan amanat dari seluruh anggota PSSI, kalau mau menurunkan dia, ya harus lewat sistem yang dibuat oleh PSSI. Seperti yang saya bilang dari awal wakil rakyat saja tidak pernah dengar suara rakyat, apalagi pengcab, Pengda dan klub-klub plat merah yang sibuk mengurus jatah masing-masing dibandingkan mendengar keluhan suporter yang tidak akan pernah ada habisnya. Pemimpin kita memang sudah tidak punya budaya malu seperti rakyatnya.
Dinegeri ini semua nya aneh, bangsa kita sudah terdidik dari jaman Soeharto untuk dilahirkan jadi manusia yang manipulatif, maka jangan heran walau sudah kena reformasi bangsa ini tetap punya nuansa yang sama dengan era orde baru, ya karena para penerusnya memang tetap menduduki posisi penting di negeri ini. Kegagalan Timnas bukan karena takdir, tapi karena PSSI yang sudah rusak, suasana liga yang tidak kondusif adalah cerminan buruknya kualitas pemain Timnas, coba anda bayangkan Persipura saja yang bisa dengan mudah menang besar di ISL ketika masuk Liga Champion Asia jadi bulan-bulanan tim-tim asia, jangankan Persipura, Persiwa Wamena yang kelihatan solid di ISL saja ketika bertanding melawan tim antah berantah dari daratan Asia Selatan saja kalah di ajang AFC Cup pada saat bermain di Indonesia, kalau sudah begini pasti ada yang salah dengan iklim kompetisi negeri ini. Singapura pun protes keras karena kualitas pemainnya yang bermain di ISL menurun ketika tampil di Piala AFF. Jujur perjuangan timnas sampai ke Final Piala AFF itu karena buah kerja keras Alfred Riedl dkk beserta BTN, dan bukan karena meningkatnya kualitas ISL. Di sini Juara bisa dibeli dan Hukuman bisa dinego. Untuk urusan pencitraan dan atur upeti, Manager tim jagonya. Sekarang bola ada ditangan para suporter, kita semua punya momentum yang tepat untuk memperbaiki sepakbola nasional. Revolusi adalah harga mati, pengurus Pengcab dan Pengda yang rusak harus segera disingkirkan, ganyang NH sudah tidak bisa ditolerir. Sepakbola bukan sarana korupsi, sepakbola ajangnya fair play, jika kondisi fair play saja sudah dicederai, apa olahraga ini bisa disebut sukses saat ini.
Tujuan kita sama, penulis hanya ingin sepakbola kita berbuat banyak di pentas dunia. Kita ingin kembali sejajar dengan negara-negara kuat di Asia lainnya seperti tujuan pendiri negeri ini. Mari kita sama-sama memilih calon pemimpin PSSI yang bisa bekerja dengan sebenar-benarnya, Massa yang bergerak adalah murni karena gerakan rakyat yang menuntut perubahan dan bukan karena dipolitisir sebagaimana NH dkk mempolitisir PSSI. Kami juga bukan massa bayaran layaknya NH yang menjadi kader bayaran justru kami bayar tiket untuk meneriakan anda TURUN. Semoga Tuhan menjawab do’a kami malam itu, sepakbola sudah dizhalimi oleh sebagian orang yang mencari keuntungan semata. Jauhkanlah mereka ya Tuhan untuk Indonesia dan untuk perubahan sepakbola nasional yang lebih baik
Langganan:
Postingan (Atom)